Di kalangan Nahdliyin, terutama wilayah Jawa, sapaan “Gus” adalah julukan bagi putra kiai yang mereka hormati. Selazimnya sapaan itu disematkan bagi putra kiai, yang bakal meneruskan pesantren yang diasuh oleh ayahnya. Kadang pula disematkan pada menantu laki-laki sang kiai. Meski dalam praktik, kebanyakan putri kiai juga menikah dengan putra kiai lainnya.

Sebenarnya secara tradisi, sapaan Gus itu hanya berlaku sementara. Setelah si Gus tadi memimpin dan mengasuh pesantren, maka ia akan disapa “Kiai.” Namun, ada saja sejumlah Gus yang lebih nyaman tetap dipanggil Gus, kendati sudah cukup layak disebut Kiai. Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Gus Mus (K.H Ahmad Mustofa Bisri) adalah contoh-contoh Kiai yang lebih sering disapa dengan “Gus”.

Soal ini Gus Dur pernah berkomentar santai: “Saya sih lebih seneng dipanggil: gus. Sebutan kiai terlalu berat buat saya. Kiai itu kan harus kuat tirakat. Makan sedikit, tidur sedikit, ngomongnya juga sedikit. Nggak kuat saya. Enakan jadi gus saja. Dikit-dikit makan, dikit-dikit tidur, dikit-dikit ngomong.

**

Bukan Gus Dur namanya, kalau tidak mahir dalam plesetan. Saat semarak Piala Dunia 1998 di Perancis, ia pernah ditanya soal tim favorit juara. Gus Dur menimpali, soal peluang cukup banyak tim yang bagus, seraya menyebut juara bertahan Brazil, tuan rumah Perancis, Italia dan Argentina. Namun, lanjutnya, kebanyakan santri-santri dan warga Nahdliyin pasti akan mendukung Tim Nasional Belanda.

Apa pasal? “Soalnya pelatihnya dari kalangan NU juga… Guus Hiddink,” ungkapnya disambut tawa.

**

Kiprah para Gus, selama Orde Baru memang kerap diawasi oleh pemerintah. Gus Dur, Gus Mus dan sejumlah generasi Gus lainnya kerap dinilai terlalu kritis, sehingga berbahaya. Namun, Gus Dur pernah menyebut bahwa ada satu lagi Gus, selain dirinya dan Gus Mus, yang juga ditakuti Orde Baru.

Siapa dia? “Gus Mao…” celetuk Gus Dur sembari menyebut nama belakang presiden pertama Timor Leste itu (Kay Rala Xanana Gusmao). Orang yang selama Orde Baru gencar mengusung wacana kemerdekaan Timor Leste.

Sumber: 39 Guyon Ala Gus Dur.

Komentar Anda

komentar