Sudah merupakan kebiasaan di kalangan Nahdliyin memelihara tradisi cium tangan pada kiai. Kalau ada kiai datang, mereka langsung berebut cium tangan. Apalagi jika yang sudah sangat dikenal seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Tak hanya cium tangan, terutama di daerah yang kental tradisi NU-nya, umat biasanya memasukkan uang ke dalam saku atau langsung saat salaman, atau dikenal dengan “salam tempel”. Jumlahnya tentu beragam tergantung keikhlasan, terkadang ribuan rupiah, tak jarang purang ratusan ribu.

Suatu kali Gus Dur datang ke Madura. Itu terjadi tak lama setelah Gus Dur mengalami stroke yang membuatnya agak kesusahan berjalan. Namun antusiasme masyarakat rupanya tetap tak terbendung. Para Nahdliyin yang ingin ngalap berkah pun mengerubuti Gus Dur.

Melihat Gus Dur “dikeroyok” begitu, Banser NU dengan sigap langsung bereaksi mengawalnya secara ketat dan rapat. Meski berterimakasih atas kesigapan tersebut, ternyata usai acara Gus Dur berseloroh pada anggota Banser.

Waduh,” celetuknya, “Hampir saja saya kaya, tapi malah nggak jadi.

Sumber: Ger-Geran Bersama Gus Dur (Editor: Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan)

Komentar Anda

komentar