Satu kali seseorang bertanya pada Rabbi Fleischmann terkait kebiasaan dalam merayakan Hari Raya Paskah Yahudi (Pesakh).

Rabbi, mengapa dalam merayakan Pesakh, kita harus mengajukan empat pertanyaan?” Tanya si penanya.

Si penanya itu merujuk pada Ma Nishtana, dimana secara tradisi sebelum permulaan jamuan Paskah, anggota termuda dalam keluarga akan diminta bertanya: “Mengapa malam ini berbeda dengan malam lainnya?” Pertanyaan itu akan diulang empat kali dan dijawab dengan empat jawaban yang berbeda.

Rabi Fleischmaan bertanya balik pada si penanya: “Memangnya kenapa bertanya begitu?

Yah, saya heran saja. Di hari Yom Kippur, Rosh Hashanah, atau perayaan lain tidak ada pertanyaan seperti itu.

Itu karena Pesakh adalah perayaan yang penuh bahagia, beda dengan yang lain, yang lebih sedih dan khidmat,” jawab sang rabbi kalem.

“Lantas kenapa kalau itu perayaan bahagia?”

Kalau melihat orang Yahudi serius dan meratap itu sudah biasa, jadi tak perlu bertanya. Tapi kalau melihat orang Yahudi berbahagia, baru kita butuh penjelasan. Makanya harus ditanyakan.

==

Sumber: Rabbi Neil Fleischmann. Ia dikenal sebagai salah satu rabbi yang paling humoris di Kota New York. Lewat blog dan beberapa video pendeknya, ia membagikan ajaran Yudaisme dengan cara yang khas dan disukai banyak orang. Seringkali ia menyitir sejumlah streotype yang sudah sangat umum tentang orang Yahudi, lalu dengan santai menjadikannya bahan candaan.

Komentar Anda

komentar