Lazimnya yang terjadi pada tiap Bulan Suro, warga Tanah Jawa menggelar serangkaian acara doa dan tasyakuran serta ruwatan. Hal ini juga dilakukan umat Khonghucu menggelar kegiatan wujud syukur di Hari Berkah Bumi, bagi warga Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, biasa diperingati setiap tanggal 15 bulan 8 tahun Imlek.

Kegiatan ini digelar di Yayasan Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Jl. Yos Sudarso Kota Kediri. Selain ritual sembahyang pihak kelenteng juga menggelar Bazar Rakyat selama 2 hari berakhir Senin malam (24/9).

Ketua Yayasan Klenteng Tjoe Hwie Kiong Prajitno Sutikno menjelaskan, selain sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan oleh bumi, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk merekatkan kerukunan antar umat beragama dan masyarakat tinggal di sekitar tempat ibadah Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri.

Kita juga adakan ritual ibadah ucapan syukur kepada Yang Maha Esa dan sedekah bumi. Ini kita selenggarakan setiap tahun, karena kita selalu berpijak pada bumi ini di setiap tahunnya. Kegiatan ini kalau di luar juga disebut dengan Festival Bulan Purnama atau Festival Kue Bulan, di Tiongkok itu bertepatan dengan pertengahan musim gugur,” jelas Prajitno di sela-sela acara.

Ada sebanyak 32 stand disediakan untuk masyarakat  memasarkan produk yang mereka jual. Yang ikut berdagang tak hanya mereka yang beragama Konghucu tapi juga dari berbagai agama lain membuka stand di situ. Barang yang dipamerkan juga beraneka ragam, dari mulai makanan, pernak-pernik, aksesoris, pakaian, bahkan mobil.

Dijelaskan oleh Prajitno, dalam sejarah Hari Berkah Bumi dirayakan setiap usai masa panen sebagai perwujudan syukur atas hasil bumi. Karena kalender bulan selalu bergeser, maka saat bulan suro dan festival bulan purnama berdekatan, momen itu disatukan sebagai bentuk syukur bersama. Sebagai penerus yayasan, Prajitno berharap momen seperti ini mampu mempererat kerukunan antar masyarakat dan antar umat beragama.

Jadi kita jalin keakraban antara masyarakat di Kota Kediri. Supaya masyarakat tidak takut untuk masuk ke Kelenteng ini. Dan kita juga terbuka untuk umum, siapa pun boleh masuk ke sini,” tutupnya.

Sumber: duta.co

Komentar Anda

komentar