Istilah yang dipakai memang bukan hari lahir atau hari jadi. Kementerian Agama pada Rabu (3/1) lalu memperingati didirikannya lembaga ini. Hari lahir kementerian yang bermotto Ikhlas Beramal ini diperingati dengan istilah Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama.

Peringatan HAB ditandai dengan upacara yang digelar di setiap kantor Kementerian Agama seluruh Indonesia. Dalam tiap acara tersebut dibacakan sambutan dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Acara juga diselenggarakan di Kantor Kementerian Agama Indonesia. Sementara di daerah lain upacara juga dilangsungkan, umumnya yang dipimpin oleh kepala daerah atau pejabat di lingkup kemenetrian agama.

Peringatan HAB Kementerian Agama di Banda Aceh

Tujuh puluh dua tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946, Pemerintah atas usul dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk Kementerian Agama dan mengangkat Menteri Agama yang pertama yaitu Haji Mohammad Rasjidi. Pembentukan Kementerian Agama merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara religius yang nasionalis,” pesan Menag Lukman.

Menurutnya, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara kita. Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan bangsa dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI.

Agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat, sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hukum nasional. Agama menjadi ruh kehidupan kebangsaan kita sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, bahwa salah satu tugas Kementerian Agama adalah untuk mengawal dasar negara yaitu Pancasila yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Menteri Agama menyampaikan sejumlah pesan, bahwa misi Kemenag untuk mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas.

Kemudian, melebarkan akses pendidikan agama, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan. Serta menjaga kerukunan hidup antar umat beragama dan ia berharap agar para ASN Kementerian Agama untuk mendengarkan aspirasi publik.

Dengarkan aspirasi publik dari berbagai arah agar kita dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik,” tutupnya.

Sumber: kemenag.go.id

Komentar Anda

komentar