Organisasi pemuda afiliasi Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, kembali melakukan beberapa kegiatan demi membangkitkan kembali kesadaran sebagai bangsa Indonesia yang majemuk. Salah satu program terbarunya adalah produksi film bioskop berjudul Bumi Itu Bulat. Proyek ini digagas GP Ansor bersama produser Robert Ronny, aktris Christine Hakim, komedian dan aktor Arie Kriting, serta desainer fashion Jenahara Nasution.

Kelompok yang disasar film ini adalah kaum milenial kedua, kalangan muda usia belasan hingga 20-an tahun yang kini mulai menjadi penentu keputusan kemajuan bangsa. Ini didasarkan informasi yang dihimpun GP Ansor, yang memperlihatkan bahwa jumlah anak muda intoleran semakin meningkat.

Merujuk data BNPT, terlihat bahwa pada 2017, 39% mahasiswa di 15 provinsi terpapar paham radikalisme beragama. Menurut Wahid Foundation, hampir 60% peserta kegiatan kerohanian Islam di institusi pendidikan siap berjihad dengan jalan kekerasan. Anti radikalisme menjadi isu utama dalam gerakan kami,” kata Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Quomas dalam diskusi di Kemang, Senin (11/3).

Sebagai bangsa majemuk, hal yang paling dibutuhkan adalah toleransi di antara para warganya. Karena itu, kita yang hidup dalam kemajemukan sebagai kodrat ini harus mempertahankan dengan cara menumbuhkan sikap persaudaraan dan toleransi antar sesama,” tutur pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Yaqut menyebut bahwa hidup berdampingan sebetulnya sudah menjadi warisan dan hakekat bangsa Indonesia yang dihidupi sejak lama dalam masyarakat. Namun kerukunan itu terkoyak karena radikalisme. “Akhir-akhir ini ada virus radikalisme, persolan intoleransi, yang masuk ke masyarakat dan harus kita selesaikan bersama,” kata Yaqut.

Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan Robert, Christine, Arie, dan Jenahara. Produksi dipimpin oleh Robert dalam bendera Inspira Pictures. Ideosource bergabung sebagai rekan produksi. Astroshaw Malaysia juga bergabung untuk bisa mengedarkan film ini di Malaysia.

Sinopsis resmi film ini belum dirilis. Namun secara garis besar, kisahnya mengambil latar Asian Games 2018 dan mengikuti beberapa mahasiswa anggota grup acapella populer. Tokoh utamanya menghadapi beberapa konflik seputar cinta segitiga, persahabatan, dan toleransi.

Menurut Robert, Asian Games 2018 adalah momen di mana rasa persaudaraan terasa begitu kental tanpa diskriminasi etnis atau agama. “Sayangnya, seakan-akan orang lupa acara itu. Semoga dengan film ini, kita ingat bahwa kita bisa bersatu, enggak perlu nanya agama atau asalnya,” ujar Robert.

Bumi Itu Bulat direncanakan akan dirilis di bioskop pada 16 April 2019.

Sumber: medcom.id

Komentar Anda

komentar