Ada 170 tumpukan nasi tumpeng yang digelar di Alun-Alun Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (4/10). Hidangan itu disajikan untuk acara khusus. Pemerintah Kabupaten Wonosobo tengah menggelar hajatan yang dikenal dengan nama gerebek suran. Ini merupakan tradisi menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1439 Hijriah.

Masayarakat yang hadir di acara ini bukan hanya umat muslim. Umat agama lain juga ikut bersama-sama mendukung perhelatan yang diadakan Pemkab Wonosobo bekerja sama dengan Kodim 0707/Wonosobo, Polres Wonosobo, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo tersebut.

Di sini kita makan, masak, dan berdoa bersama-sama tanpa perlu merisaukan perbedaan agama atau keyakinan,” kata Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono selaku ketua panitia.

Menurut Dwi Hariyono ini merupakan simbolisasi yang menunjukkan bahwa keberagaman di Wonosobo bukan suatu hal yang patut dipermasalahkan, melainkan justru menjadi modal kuat untuk kemajuan bersama.

Keberagaman di Indonesia ini beberapa waktu terakhir tengah banyak diuji, sehingga dengan adanya acara suran lintas agama dan budaya ini, kita berharap Wonosobo bisa menjadi contoh yang baik, terkait bagaimana membina keberagaman dan kerukunan,” lanjut Dwi.

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo dan Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah, hingga para pemuka agama terlihat menyiapkan tumpeng dan masakan secara bersama untuk masyarakat. Tumpeng-tumpeng itu kemudian dimakan bersama-sama. Tanpa memandang dengan siapa mereka memakan nasi beserta lauk yang tersedia, semua warga terlihat lahap menghabiskannya.

Agus mengatakan suksesnya gerebek suran massal lintas agama dan budaya layak diapresiasi. Ia mengaku sangat bangga melihat masyarakat begitu kompak, rukun, dan bersedia menjaga toleransi dengan sesama maupun dengan yang berbeda keyakinan. Bekal berupa kerukunan antarumat beragama merupakan modal bagi kelangsungan pembangunan daerah.

Sementara itu Ketua FKUB Kabupaten Wonosobo, Zainal Sukawi mengaku sangat bersyukur dengan terselenggaranya gerebek suran massal lintas agama di Wonosobo. Ia mengatakan kerukunan umat beragama merupakan modal berharga bagi terjaganya kondusifitas daerah.

Kita semua perlu menyadari adanya skenario besar yang dibuat pihak-pihak tertentu, yang menginginkan ketidakharmonisan dalam masyarakat. Bahkan selain dengan adu domba, juga dengan memunculkan isu-isu bernuansa SARA,” katanya.

Selain makan tumpeng bersama, di tengah gelaran gerebek juga diisi pertunjukan beberapa jenis kesenian khas Wonosobo dan doa bersama serta ikrar kebhinekaan.

Sumber: republika.com; detik.com

Komentar Anda

komentar