Tumpukan tumpeng itu berjumlah ratusan. Semuanya diarak keliling kota Wonosobo sebagai bagian dari gelaran Grebeg Suroan Massal Lintas Agama dan Budaya, Selasa (25/9) siang. Segenap elemen masyarakat dan pemerintah memang sengaja membuat tumpeng guna menyemarakkan momen bulan Suro. Tumpeng yang telah diarak tersebut kemudian dinikmati ribuan warga masyarakat yang tumpah ruah di Alun-alun Wonosobo.

Grebeg Suroan massal tahun ini merupakan kegiatan keempat yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Kodim 0707, Polres, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta tokoh lintas agama dan penganut kepercayaan di Wonosobo. Kegiatan tersebut memang sengaja digelar di moment Suro, karena bulan Suro menjadi waktu yang bagus untuk menyatakan syukur, termasuk bagi seluruh agama mau pun penganut kepercayaan.

Ini untuk menguatkan tali persaudaraan dan kekeluargaan antar warga. Di gelaran Grebeg Suran Massal ini warga lintas agama mau pun budaya, baik masyarakat mau pun pemerintah serta sektor swasta berbaur akrab di Alun-alun Wonosobo. Moment ini juga sekaligus kami barengkan dengan aksi deklarasi damai jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) mau pun Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019,” ujar Bupati Wonosobo, Eko Purnomo.

Acara Gelaran Sura diawali dengan Apel Kebangsaan yang masing-masing peserta mengenakan pita Merah-Putih. Dilanjutkan dengan doa antarumat beragama, orasi keagamaan dan kebudayaan, pentas kesenian budaya dan mengarak ratusan tumpeng di pusat kota.

Setelah ratusan tumpeng tersebut dikirab keliling kota, tumpeng tersebut dinikmati bersama tanpa pandang dengan siapa yang memakan nasi beserta lauk yang tersedia. Warga masyarakat mau pun aparat pemerintahan mau pun tokoh lintas agama sangat menikmati tumpeng yang disajikan. Kegiatan ini untuk meningkatkan keakraban dan kerukunan antar warga masyarakat.

Ketua FKUB Wonosobo, Zaenal Sukawi menyebutkan, kerukunan umat beragama merupakan modal berharga bagi terjaganya kondusivitas daerah. “Kita semua perlu menyadari adanya skenario besar yang dibuat pihak-pihak tertentu, yang menginginkan adanya ketidakharmonisan dalam masyarakat. Bahkan selain dengan adu domba, juga dengan memunculkan isu-isu bernuansa SARA,” ujar Zainal.

Sumber: suaramerdeka.com

Komentar Anda

komentar