Ini merupakan sejarah baru. Karena selama pertandingan Futsal di TTU tidak pernah sampai 40 tim. Sebenarnya ada 48 tim yang berlaga tetapi kami mengambil sikap tidak menambahkan hingga melebihi kapasitas,” ujar Dominggus Bantaika pelatih Futsal Tirosa asal Timor Tengah Utara (TTU).

Dominggus didapuk untuk menjadi ketua panitia kegiatan open turnamen Futsal lintas agama. Kegiatan ini merupakan strategi kaum muda muda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis TTU untuk merajut kerukunan umat beragama di wilayah mereka yang ada di dekat perbatasan RI dan Republik Demokratik Timor Leste.

Acara open turnamen futsal lintas agama itu sendiri diadakan di Lapangan Futsal GMIT Petra Kefamenanu, dimulai pada Rabu (4/4. Acara pembukaan tunamen dihadiri oleh Asisten tata praja Setda TTU, Willbrodus Apaut, Ketua forum komunikasi kerukunan antar umat beragama kabupaten Timor Tengah Utara, Imam Dekanat Kefamenanu, Romo Gerardus Sallu Pr, Ketua Sinode GMIT Klasis Timor Tengah Utara, Pdt. Paulus Nubatonis, S.Th, Ketua Pemuda GMIT Klasis TTU, Nahum Pinat dan Perwakilan Polres TTU.

Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes S.Pt, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Tata Praja Setda TTU Wilibrodus Apaut mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif lantaran melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang agama.

Bupati menilai hal itu sangat penting demi merajut kebersamaan untuk memperkokoh rasa persaudaraan, guna menangkal isu-isu intoleransi yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk merusak tatanan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Timor Tengah Utara dan keutuhan NKRI di perbatasan.

Setiap klub yang terlibat dalam turnamen tersebut tentu mengharapkan adanya kemenangan. Namun, yang perlu diresapi bersama adalah rasa persaudaraan. Karena melalui turnamen Futsal kita dapat lebih saling mengenal satu sama lain untuk menjadi teman dan sahabat di kemudian hari,” ungkap Bupatiā€Ž.

Terkait harapan selanjutnya, ketua panitia Dominggus lantas menambahkan pentingnya menggarap potensi kaum muda dari berbagai kalangan di Kabupaten TTU. “Turnamen lintas agama ini kami buat untuk menggali potensi anak-anak muda yang mempunyai bakat dalam dunia olahraga khususnya futsal. Kami sangat mengharapkan kiranya ada kompetisi lain di luar kabupaten, dari Kabupaten TTU bisa terlibat dan bersaing namun bisa bersaing,” ujarnya.

Sumber: tribunews.com

Komentar Anda

komentar