Saya melihatnya sebagai oasis,” demikian Pdt. Nathaniel Valentino menganalogikan pengalamannya.

Pendeta di GKI Taman Cibunut ini menyebut Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) sebagai inspirasi tersendiri untuk kehidupan yang rukun dan damai.

Pdt. Nathan mengingat momen ia terlibat di acara FLADS sekitar tahun 2014. Saat itu dia masih dalam masa persiapan, belum ditahbiskan menjadi pendeta. Ia mengaku sebelumnya punya pengalaman kurang enak terkait interkasi antar umat beragama.

Kita tahu waktu itu isu SARA di politik mulai agak panas. Kami juga mengalami kejadian dimana ada pos kebaktian yang ditolak keberadaannya. Ada kekhawatiran soal relasi antar umat beragama di bangsa kita. Dan itu dirasakan langsung oleh jemaat, juga saya sebagai pengerja,” kenangnya.

Maka momen kebersamaan di acara-acara FLADS terasa sangat menyejukkan baginya. Lebih dari itu kisah kebersamaan ini adalah hal yang menjadi begitu gamblang diceritakannya pada jemaat. Lewat mimbar-mimbar khotbah yang dibawakannya.

Saya kan jadi punya pengalaman real. Punya cerita kebersamaan. Bagaimana kita dari berbagai latar agama bisa berinteraksi tulus. Bahkan bersahabat. Tidak selamanya relasi dengan umat lain jadi menakutkan. Ilustrasi dari pengalaman langsung seperti ini jauh lebih kuat dampaknya,” tutur pria kelahiran 19 Oktober 1988 ini.

Menurut Pdt. Nathan, para pemimpin umat sangat perlu mengalami pengalaman persahabatan seperti ini. Dampaknya bisa berimbas ke banyak orang yang mendengarkan si pemimpin tersebut. Banyak prasangka dan kesalahpahaman yang bisa diurai lewat pengalaman yang kemudian dibawa ke mimbar ini.

Dalam konteks memberi pengalaman dan pengaruh seperti itu, saya kira keberadaan FLADS cukup penting. Lebih dari itu, mungkin akan semakin terasa juga dampaknya, kalau komunitas seperti FLADS juga bisa didengar terkait kebijakan pemerintah. Ini tentu jadi kerja kita bersama,” harapnya.

Baca juga:  Indahnya Toleransi, Remaja Muslim Bantu Hias Pohon Natal di Salatiga
Pdt. Nathaniel Valentino dan keluarga.

Meski menyadari belum bisa ikut banyak terlibat dalam kegiatan FLADS, Pdt. Nathan tetap berharap kegiatan lembaga ini semakin berdampak. Sebagaimana ia telah merasakannya dan juga menyebarkannya.

Bagikan

Komentar Anda

komentar