Memacu kesadaran untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batu melaunching Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Rukun Warga (RW) 06, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu,  Kamis (28/11/2019).

Wilayah ini ditetapkan FKUB sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama dikarenakan memiliki tiga indikator yang menunjukkan bahwa betapa warga di RW ini sangat kuat dalam toleransi beragamanya, antara lain memiliki data umat beragama, kedua memiliki data tentang rumah ibadah, minimal ada tiga tempat ibadah berbeda agama ada ditempat ini, ketiga kawasan ini minim konflik dan harmonis, sehingga layak diberikan anugerah Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama.

“Dari sejumlah nominator Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Kota Batu, kawasan RW 06 Desa Mojorejo ini mendapatkan poin tertinggi, hingga kita tetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama,” ujar Ketua FKUB Kota Batu, Rubai.

Launching RW 06 Desa Mojorejo menjadi Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama ini dilakukan pada hari Kamis (28/11/2019). Diawali dengan Pawai Agama keliling kampung RW 06 Desa Mojorejo dan pengukuhan Pengurus dan Anggota FKUB Kota Batu Periode 2019 – 2024 di Aula Vihara Dhamma Dipa Arama, Desa Mojorejo.

Momen ini menurut Rubai selain dipergunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan toleransi beragama, namun juga dipergunakan oleh pengurus baru FKUB untuk merancang beberapa program untuk meningkatkan kerukunan umat beragama.

“Kerukunan tidak perlu dipaksakan pada semua umat beragama, karena itu muncul dari kesadaran umat. Sehingga mereka merasa kerukunan itu sebuah kebutuhan,” ujar Rubai.

Jauh sebelum FKUB Kota Batu melaunching RW 06 Desa Mojorejo sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama, sejak dahulu umat beragama di tempat ini sangat rukun hidup berdampingan.

Ketika ada hari raya, antarumat beragama saling bersilaturahmi selain dalam keseharian mereka selalu saling membantu dan rukun. Rubai berharap ke depan tidak hanya RW 06 Desa Mojorejo saja yang menjadi desa rukun beragama, namun diikuti oleh desa-desa lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi yang hadir didampingi oleh Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso SH MM mengatakan bahwa sejak dahulu Kota Batu memiliki kehidupan yang rukun dalam bermasyarakat dan beragama.

“Alhamdulillah sampai sekarang masih terjaga, semoga terus berjalan,” kata Dewanti.

Selain rukun, Wali Kota mengatakan bahwa masyarakat Kota Batu memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, berpolitik dan beragama sehingga ketika daerah lain saat Pilpres lalu memanas, hal ini tidak terjadi di Kota Batu.

“RW 06 Desa Mojorejo ini contohnya, di sini sangat beragam sekali, ada VIhara, ada Masjid, satu sama lain saling membantu,” ujarnya di acara launching Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama yang digelar FKUB Kota Batu.

 

Sumber : timesjatim.com

Komentar Anda

komentar