Vosfoyer kembali menghentak Jakarta. Festival yang dimulai sejak 2017 bertajuk #JakartaRumahku kembali digelar untuk kedua kalinya. Mengangkat tema Diversifikasi Kolaborasi Apresiasi, #JakartaRumahku 2018 bertujuan mengajak warga Jakarta untuk menyadari, menerima dan menghargai perbedaan yang ada dengan bertoleransi dan berkolaborasi.

Keberagaman di Jakarta yang akan menjadi aspek kuat mendukung warga Jakarta untuk bersama-sama berkarya dan berkontribusi demi Indonesia lewat kolaborasi. Founder dan CEO Vosfoyer, William Suhanda menjelaskan bahwa tujuan Vosfoyer mengangkat tema ini agar masyarakat Jakarta khususnya generasi muda dapat menjunjung toleransi dan menghargai perbedaan.

Kita enggak ngomongin keberagaman entity budaya tetapi kita sebagai pribadi bisa keluar dari zona nyaman. Dari situ bisa bergerak menjadi kolaborasi dan harus kita apresiasi bersama-sama,” kata dia dalam peluncuran #JakartaRumahku di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Dia melanjutkan, pihaknya tahun ini bekerja sama dengan salah satu yayasan SabangMerauke untuk menampilkan sebuah rangkaian visual story telling atas pengalaman anak-anak SabangMerauke yang belajar untuk menemukan nilai toleransi. Hasil dari program kolaborasi tersebut tidak hanya sebatas karya seni, tetapi para kolaborator juga merasakan langsung semangat toleransi dan dampak positifnya pada pribadi masing-masing.

Tahun ini kita bawa 20 anak ke Jakarta untuk program toleransi dan ada 40 content creator yang akan mendokumentasikan kegiatan adik-adik itu selama tiga minggu, jadi bukan hanya si adik saja tetapi konten kreator juga akan belajar makna toleransi itu,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan fotografer fesyen RIOP melalui sebuah pameran foto, yang mengangkat tema tentang apa yang menjadikan Jakarta rumah bagi warganya.  Pameran ini menampilkan 40 figur ternama sebagai perwakilan warga Jakarta.

Sementara desain instalasi ruang pamer #JakartaRumahku2018 mengambil inspirasi dari tempat warga Jakarta untuk berkumpul, berdiskusi dan bersosialisasi, layaknya ruang-ruang yang sudah tak asing dan sering ditemui setiap hari, seperti di beranda, warung, pinggiran jalan, dan halte bus.

Melalui ruang pamer yang informal, pengunjung diharapkan dapat menikmati rangkaian karya seni hasil kolaborasi ini dengan santai seperti sedang berada di rumah sendiri. Karya-karya tersebut akan diapresiasi dalam bentuk pameran, yang berlangsung pada 10-31 Agustus 2018 di Plaza Indonesia Lantai 4. Cara-cara ini memulai berbicara tentang toleransi yang menyentuh keseharian.

Sumber: antaranews.com

Komentar Anda

komentar