Jumat lalu (15/3), tak lama selepas kejadian penembakan warga Muslim di Chirstchurch, Selandia Barua, Paus Fransiskus menyampaikan simpati dan rasa dukanya untuk warga Selandia Baru khususnya umat Muslim negeri itu. Pernyataan ini disampaikan Paus Fransiskus menyusul serangan teror terhadap dua masjid di kota Christchurch yang menewaskan 49 orang.

Paus amat berduka saat mengetahui banyak korban tewas dan terluka yang disebabkan sebuah aksi kekerasan yang tak berperikemanusiaan,” kata Menteri Luar Negeri Vatican Pietro Parolin.

Sementara itu dari Mesir, Imam Besar Al Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb juga mengecam aksi teror di Selandia baru itu. “Serangan mengerikan ini merupakan indikator serius konsekuensi meningkatnya retorika kebencian dan xenofobia serta menyebarnya Islamofobiadi negara yang dikenal dengan kebersamaan warganya,” ujar Sheikh Al-Tayeb.

Kondisi ini menjadi ironis karena Al-Tayeb bersama Paus Fransiskus bulan lalu menyerukan tumbuhnya kebersamaan dan kedamaian di antara pemeluk agama di dunia. Al-Tayeb saat itu juga menyerukan kepada para pemimpin Barat agar meningkatkan upaya mendukung nilai-nilai toleransi dan koeksistensi di tengah masyarakat.

Para pemimpin dunia, juga menyampaikan belasungkawa sekaligus kecaman atas tindakan terorisme di shalat Jumat itu.

Kami mengutuk serangan teroris yang merenggut puluhan nyawa orang yang sedang salat dan melukai sejumlah orang lagi di dua masjid di Selandia Baru,” kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Ia menambahkan bahwa ia menyampaikan “doa, pikiran dan air mata” serta kepedihan rakyat Palestina, Kristen dan Muslim, kepada rakyat Selandia Baru, terutama keluarga korban.

Pemimpin RRT, Xi Jinping, sebagaimana dikutip media resmi negara Tiongkok menyampaikan belasungkawa terhadap para korban penembakan di Selandia Baru melalui pesan yang dikirimkan kepada Gubernur Jenderal Patsy Reddy. Dalam pesannya itu, Xi menunjukkan rasa keprihatinannya atas insiden tersebut. Atas nama pemerintah dan rakyat Tiongkok, Xi menyatakan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Selandia Baru.

Hal serupa juga membahana di Indonesia. Berbagai tokoh mulai dari Presiden Joko Widodo, hingga para pemimpin organisasi keagamaan seperti MUI, PBNU, PP Muhammadiyah, PGI, KWI, PHDI telah menyatakan aksi keprihatiannnya. Di beberapa tempat juga diadakan doa bersama untuk para korban dan keluarga, serta perdamaian dunia.

Sumber: antaranews

Komentar Anda

komentar