Kota Pekalongan adalah kota yang makin padat, mungkin akan terjadi gesekan-gesekan pada Pemilu 2019. Namun nillai kebersamaan dan gotong royong dari berbagai etnis sudah mendarah daging di Kota Batik ini, hal tersebut wajib dijaga, untuk menjadi perisai pengaruh buruk pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz.

Bagi Walikota dialog sangat diperlukan untuk mengajak para tokoh agar memberi pencerahan kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya pada sebuah acara dialog lintas agama yang digelar oleh jajaran pemerintahannya.

Kamis itu (11/10) demi menciptakan kerukunan umat beragama guna mewujudkan Pemilu damai, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekalongan memang menggelar dialog dengan tema Membangun Kerukunan Umat Beragama di Gedung PKK Kota Pekalongan.

Dialog tersebut diikuti oleh tokoh lintas agama yang ada di Kota Pekalongan, yang membahas tentang persatuan dan kesatuan NKRI guna mewujudkan Pemilu damai. Adapun Kepala Kesbangpol Kota Pekalongan, Bambang Sumitro dalam dialog tersebut menjelaskan kerukunan antar umat beragama akan membuat Pilpres dan Pileg kondusif.

“Dengan dialog atau sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat, kami berharap gerakan damai sambut Pilpres dan Pileg bisa diteruskan ke masyarakat sehingga pada tahun 2019 nanti tercipta Pemilu yang kondusif,” kata Bambang.

Dikenal sebagai Kota Batik, Pekalongan memang menyimpan warisan budaya yang sangat kaya, bersamaan juga kental nuansa religius. Kota yang masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 ini memang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ciri Islam pun dikenal kental dengan banyaknya pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan Islam. Islam di Pekalongan pun kental dengan citra rasa budaya yang tinggi. Sejumlah ciri khas dalam tradisi Islam di Pekalongan seperti syawalan yang disemarakkan dengan lopis selalu menjadi daya tarik tersendiri.

Kota ini pun dikenal sebagai pusat toleransi di Jawa. Kota kecil dengan penduduk sekitar 250.000 jiwa ini senantiasa menunjukkan suasana beragama yang kondusif dari berbagai pemeluk agama.

Sumber: tribunnews.com

Komentar Anda

komentar