Persiapan menjelang perayaan Natal, adalah hal yang lazim dikerjakan oleh umat Kristiani. Tak terkecuali di wilayah pantai utawa Jawa, seperti di Cirebon, Jawa Barat. Namun, ada yang menarik dalam perayaan Natal di Kota Udang tersebut. Pesan keberagaman begitu terasa di tengah persiapan perayaan Natal di Cirebon. Sejumlah muda mudi yang tergabung dalam Pemuda Lintas Iman (Pelita) Perdamaian Cirebon turut membantu kelancaran perayaan Natal di Kota Udang tersebut.

Memupuk semangat keberagaman, mereka dengan tulus membantu mendekorasi Gereja Santo Yusuf Cirebon. Bukan hanya umat Kristiani, para pemuda yang beragama Islam, Hindu, Buddha maupun Konghucu turut membantu mendekorasi gereja legendaris ini.

Satu demi satu hiasan Natal dipasang di beberapa ruangan tembok Gereja. Bersama dengan panitia gereja setempat, persiapan Natal berlangsung harmoni. Mereka juga beramai-ramai membantu dekorasi patung-patung hiasan Natal lainnya.

“Tema Natal tahun ini juga kebetulan tentang keberagaman dan kebersamaan antarumat beragama,” ucap panitia Natal Gereja Santo Yusuf Cirebon, Kristofarus A Dion Angga Permana, pada Minggu (24/12).

Dia pun mengapresiasi semangat dan konsistensi Pelita Perdamaian Cirebon menjaga kerukunan antarumat beragama. Termasuk sikap saling membantu dalam setiap perayaan hari besar agama. Di tengah era digitalisasi dan memanasnya isu agama yang menjadi alat politik sebagai senjata, Pelita Perdamaian menjadi salah satu komunitas yang berpengaruh terhadap semangat pluralisme.

Kristofarus menjelaskan, dekorasi yang dibuat juga merupakan hasil musyawarah dengan panitia maupun Pelita. Panitia sepakat dekorasi mengambil tema kesederhanaan. Tema tersebut terlihat dari unsur utama dekorasi terbuat dari jerami. Selain itu, jerami merupakan simbol dari bentuk kesederhanaan.

Sebetulnya tiap tahun juga seperti ini. Begitu juga kalau ada perayaan agama lain kita turut membantu,” ujar dia.

Semangat menjaga kerukunan antarumat beragama di Cirebon tidak hanya pada satu keyakinan saja. Wakil Ketua Pelita Perdamaian Cirebon Haryono mengaku selalu ikut andil dalam setiap kelancaran peringatan hari raya keagamaan. Bagi dia, lancar atau tidaknya perayaan keagamaan juga menjadi tanggung jawab moral Pelita Perdamaian.

“Ini bukan soal kita ikut Natal atau tidak, tapi kami melihat bagaimana umat beragama saling membantu,” ujarnya.

Dia mengaku tidak menutup diri membantu umat beragama lain untuk melancarkan prosesi ibadah atau perayaan. Sejauh ini, Pelita Perdamaian juga selalu hadir dalam perayaan Cap Go Meh. Dalam eksistensinya, Pelita Perdamaia Cirebon turut andil di setiap diskusi bertema pluralisme. Bagi dia, sifat saling menghormati dan menghargai sesama manusia sangat penting untuk dijaga.

“Tergantung undangan juga misal gereja lain minta dibantu dekor, ya kami dengan senang hati. Yang penting perayaan Natal lancar dan tidak ada gangguan. Kita saling menjaga” tutup Kristofarus.

Sumber: liputan6.com

Komentar Anda

komentar