Bagi warga Indonesia yang menjalankan tradisi India, perayaan Hari Deepavali yang jatuh pada Selasa lalu (6/11) merupakan upacara yang selalu ditunggu. Deepavali atau dikenal juga dengan Diwali merupakan perayaan besar bagi umat Hindu, Jains dan Sikh. Di wilayah Indonesia, terutama di Sumatera Utara, komunitas Hindu-India juga turut merayakannya dengan meriah.

Dalam tradisi Hindu-India, Deepavali merupakan proses memaknai tanda kemenangan cahaya atas kegelapan atau diartikan sebagai Festival Cahaya. Kegelapan dalam hal ini dapat diartikan kejahatan, ketidaktahuan dan juga keputusasaan. Hal ini senada dengan yang disampaikan Ketua Dewan Penasihat Pemuda Hindu (Peradah) Sumatera Utara (Sumut) Arya Mahendra Sinulingga.

Arya mengatakan, arti Deepavali berasal dari dua kata, Deepa berarti perayaan dan Vali yang artinya cahaya. “Jadi Deepavali ini diartikan sebagai perayaan cahaya. Yang mana cahaya merupakan simbol dari kasih dan juga cinta untuk menerangi kegelapan,” katanya. Menurutnya, Perayaan Deepavali kian menunjukkan keberagaman Indonesia sebagai sebuah bangsa di tengah-tengah dunia. Hal ini sekaligus bisa dimaknai sebagai cahaya terang menuju kegemilangan Indonesia ke depan.

Keberadaan komunitas India dari rumpun Tamil, Punjab, Sindhi lengkap dengan tradisi budaya dan keagamaannya memang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Indonesia. Gelombang yang datang sewaktu pemerintahan kolonial Belanda maupun Inggris itu pun bukanlah cerita pertama persentuhan budaya Nusantara dengan India. Jauh berabad sebelumnya pengaruh India pun masuk sangat dalam di berbagai kerajaan Nusantara. Sehingga menjadi bagian tak teprisahkan dari sosio-religi masyarakat Indonesia.

Hal ini dinilai perlu terus menjadi perhatian bersama. Karena merupakan keberagaman yang juga mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Ketua The Hindu Center of North Sumatera Satya Mohan mengaku apresiasi dari pemerintah sudah semakin meningkat.

Sebagai contoh perhatian kepada komunitas Hindu-India di Indonesia. Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bersama dengan Kementerian Agama, karena selama dua tahun terakhir sudah memberikan libur fakultatif kepada umat Hindu untuk merayakan Deepavali. “Namun begitu, kami masih berharap agar ke depan Perayaan Deepavali ini dapat menjadi libur nasional,” ujar Mohan.

Sumber: inews

Komentar Anda

komentar