Dalam segala kelebihan dan kekurangannya, perjumpaan dalam hidup yang nyata adalah hal yang perlu terus dikembangkan. Sama seperti yang kita lakukan sekarang,” ungkap Pdt. Daud Solichin usai membacakan satu cerita berjudul Melampaui Kesan Masuk ke Realita. Lewat cerita tentang artis yang ingin menjajal naik bus tua itu, pendeta di GKI Kebonjati itu mengajak tiap peserta yang hadir untuk menghayati kehidupan dalam perjumpaan apa adanya.

Momen pendeta membaca cerita tentu agak jarang terjadi. Apalagi kali ini yang jadi audiensnya tidak hanya warga jemaat GKI Kebonjati. Bahkan setelah Pdt. Daud selesai memberi sambutan ada penampilan hadroh dari para santri Pondok Pesantren Al-Afifiyah itu disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Tak lama berselang, remaja dan anak kecil dari GKI Kebonjati pun turut berbagi penampilan.

Hari itu, Rabu (6/6) mereka semua berbaur bersama para warga sekitar GKI Kebonjati yang ada di bilangan wilayah Kebon Jeruk, Bandun. Mereka menggelar buka puasa sederhana dengan tema Ramadhan dan Cerita Damai di ruang tengah GKI Kebonjati.

Acara singkat di sore itu dikemas dengan gaya bercerita. Ust. Wahyul Afif Al-Ghafiqi yang merupakan pengasuh pondok pesantren Al-Afifiyah berbagi tentang cerita damai yang ia rintis dalam bidang pendidikan Islam. Bagaimana ia menghidupi pendidikan bagi kaum yang ada di wilayah kota dan pinggiran kota Bandung. Baginya pendidikan adalah alat yang sangat efektif untuk mencerahkan orang.

Saat orang sudah tercerahkan oleh ilmu, semestinya pandangannya lebih luas dan terbuka. Belajar agamanya pun tidak sekedar tekstual, namun bisa melihatnya dalam konteks yang dihadapinya saat ini,” ungkap Ust. Al-Ghafiqi yang akrab disapa Mako itu.

Ust. Mako meyakini bahwa Allah memang menghendaki umat manusia belajar di tengah keberagaman. “Kalau saja Tuhan, mau Ia tentu sanggup membuat kita menjadi satu kaum, satu suku, satu agama. Tapi Ia tidak melakukannya, makanya kita perlu menerima keberagaman,” lanjutnya.

Ust. Mako sangat mengapresiasi ruang temu seperti yang dikerjakan di GKI Kebonjati kali ini. Di tengah kondisi bangsa dimana cukup banyak orang yang saling menghujat, menurutnya upaya yang dilakukan ini adalah teladan yang baik, bahwa umat yang berbeda agama bisa bersama-sama dalam suasana yang hangat. **arms

Komentar Anda

komentar