Prof Dr Ahmad Syafii Maarif atau yang lebih dikenal dengan sapaan Buya Syafii, menilai sekarang ini masyarakat Indonesia kerap perang di dunia maya dan terbelah di dunia nyata. Realitas ini, menurut Pemimpin Umum Suara Muhammadiyah itu menjadi jadi ujian dan tantangan tersendiri dalam konteks kerukunan, kebhinekaan, kebangsaan, dan keagamaan.

Sekarang ujian soal toleransi, kerukunan beragama, kebhinekaan. Perbedaan itu perlu disikapi dengan lapang dada, bukan dengan emosional,” ujar Buya Syafii.

Pendapat itu disampaikannya dalam forum dialog dan literasi media sosial yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI dan media Suara Muhammadiyah di Hotel Cavinton Yogyakarta, Sabtu sore (16/3).

Pria yang pernah menjabat sebagai ketua umum PP Muhammadiyah itu menjelaskan bahwa memasuki tahun politik masyarakat harusnya bersikap normal tidak perlu berlebihan. “Tidak perlu berpuisi, apalagi sampai minta tolong malaikat yang dihubung-hubungkan untuk kepentingan politik segala,” ujarnya.

Syafii Maarif ingin menegaskan, melihat perbedaan, baik pandangan dan sikap politik haruslah dihadapi dengan lapang dada. “Kalau sikap dan pandangan politik sama, kehidupan jadi membosankan,” sambung dia. “Karenanya perlu perbedaan dalam bentuk apapun asal jangan sampai menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,

Acara Forum Dialog dan Literasi Media Sosial memilih tema ‘Bijak di Dunia Maya, Rukun di Dunia Nyata’.  Ini adalah seminar kedua setelah sebelumnya acara yang sama telah diadakan pada Kamis, 14 Februari 2019, dalam Seminar Pra Tanwir di Bengkulu. Hadir dalam acara ini sebagai pembicara: Prof Dr Ahmad Syafii Maarif sebagai Pemimpin Umum Suara Muhammadiyah, Prof Dr Henry Subiakto sebagai Staf Ahli Menkominfo RI, Deni Asy’ari MA sebagai Direktur Utama Suara Muhammadiyah, Dr Hamim Ilyas sebagai Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamamdiyah, Prof Dr Widodo Muktiyo sebagai Wakil Rektor UNS, Irfan Amalee sebagai Co Founder PeaceGenID, dan Budi Kusumah selaku Pembawa Acara.

Kegiatan ini merupakan upaya Kominfo RI bekerja sama dengan berbagai media komunitas untuk membangun kesadaran publik dengan instrumen teknologi yang benar.

Sumber: tribunnews

Komentar Anda

komentar