Di Ramadan tahun ini, Ibu negara ke-4 Republik Indonesia, Sinta Nuriyah Wahid kembali menggelar sahur dan buka puasa keliling ke berbagai tempat di Indonesia. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun ini memang merupakan momen silaturahmi Ibu Sinta dengan masyarakat umum, terutama mereka yang ada di tempat-tempat yang terbilang marginal.

Di sekitar Bandung Raya, kali ini kegiatan berfokus di empat titik. Di hari Jumat sore (10/5) Ibu Sinta mengunjungi Pesantren Banuraja, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat untuk berbuka puasa bersama warga pesantren dan masyarakat sekitar. Esok subuhnya kegiatan sahur dilakukan di Desa Nanggerang Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Di hari yang sama buka puasa diadakan di Desa Wanasari, Kecamatan Wayanasa, Purwakarta, bersama para petani dan pekerja perkebunan. Rangkaian ditutup dengan sahur  pada Minggu (12/5) di Subang bersama kaum dhuafa dan tokoh lintas agama.

Maraknya ujaran kebencian, terutama selepas Indonesia mengalami pemilihan umum menjadi perhatian yang dijadikan tema sahur dan buka puasa keliling di tahun ini. Proses politik tadi di beberapa tempat memang melahirkan konflik yang dikhawatirkan dapat mengancam kerukunan dan keutuhan bangsa dan negara. Terlebih saat muncul virus-virus kebencian yang merusak.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengeratkan kembali tali persaudaraan di tengah masyarakat. Mengambil tema Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoax, panitia kegiatan berharap masyarakat dapat beroleh semangat untuk saling mengasihi dan saling membantu. Sebagaimana diungkap ketua panitia, Rm. Fabianus Muktiyarso, pesan-pesan univarsal yang disampaikan Ibu Sinta diharapkan dapat mengajak orang untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama.

Puasa itu menjadi momen untuk memperbaiki diri,” ungkap Ibu Sinta saat menyampaikan tausyiah ringkas jelang buka puasa di Batujajar. Menurutnya bulan Ramadan adalah sarana kita menunjukkan cinta kasih yang niscaya menjadi benteng kokoh memadamkan virus ujaran kebencian.

Di wilayah Bandung Raya, kegiatan ini merupakan kerja bersama dari berbagai elemen masyarakat. Diantaranya Keuskupan Bandung, Kemenag, Kesbangpol, Gusdurian, GP Anshor, Pondok Pesantren Banureja, GKI, GKP, GKJ, GPIB, FLADS, JAKATARUB, Komunitas Mojang-Jajaka, WBI, SEKODI, KMHDI, Vihara Karuna Mukti, MAKIN, PMII, GRADASI, dan beberapa lembaga tingkat lokal. **arms

Komentar Anda

komentar