Kita prihatin terhadap sikap intoleran yang terjadi saat belakang ini, untuk itulah kita sepakat dengan organisasi lainnya yang berbasis agama dan masih banyak yang lainnya untuk senantiasa menjaga kerukunan lewat FKLG ini,” ucap Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Bandung, Ahmad Regi Maulana. Ia pun menjelaskan gagasan Forum Komunikasi Lintas Generasi (FKLG) yang bertujuan mempererat silaturahmi antar umat beragama di kota Bandung. Baik di kalangan orang tua, maupun kaum mudanya.

Regi lantas bercerita bagaimana kawan-kawan mudanya dari GKI Guntur memulai inisiatif untuk bertemu dengan para pemuda remaja di IPNU untuk menggagas silaturahmi antar kedua lembaga.

Jarak GKI Guntur ke Kantor PCNU Kota Bandung sebenarnya terbilang dekat. Tak sampai dua kilometer, bahkan bisa ditempuh dengan sepuluhmenitan berjalan kaki. Kedua institusi inipun terbilang aktif dalam menggagas sejumlah karya lintas iman di Kota Bandung. Tapi, interaksi yang khusus keduanya memang masih terbilang jarang. Kebanyakan baru berjumpa saat bersama-sama ada dalam kerjasama lintas iman dengan banyak lembaga lain.

Hal itulah yang ingin disasar oleh pemuda GKI Guntur. Kedekatan yang berbasis wilayah diharapkan bisa menjadi wadah baru gerak lintas iman. Mereka pun mengusahakan untuk bertemu dengan kaum muda Nahdliyin. Menggagas momen silaturahmi, di tengah bulan Ramadhan tahun ini. Gayung pun bersambut. Gagasan itu amat diapresiasi oleh remaja pemuda di IPNU Bandung. Sehingga mereka pun bertemu dalam momen berbuka puasa bersama di Aula PCNU Kota Bandung pada Kamis sore (7/6).

Ketua Komisi Pemuda GKI Guntur, Eres Putra Wardhoyo mengungkapkan kegembiraannya bisa menginisiasi forum silaturahmi ini. “Saya sangat mengapresiasi forum ini  dan kami mendapatkan sambutan yang baik dari saudara-saudara kita,” komentar Eres.

Pertemuan sore itu memang tidak berlangsung lama. Diisi oleh diskusi dan paparan ide dari IPNU, GP Anshor, Pemuda GKI Guntur dan Penatua Pendampingnya. Semuanya berharap kerjasama lebih intens dapat diadakan oleh kedua lembaga, khususnya untuk kaum mudanya.

Selepas berbuka puasa dan shalat maghrib, anak-anak muda itu kembali dalam duduk melingkar. Suasana ramai itu kemudian hening, lalu ditengahi doa yang dimulai secara Protestan oleh pihak GKI Guntur. Selepas itu, para pelajar dan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bandung serentak mendaraskan Astagfirullah Raabbal Baroya, ditutup dengan doa dan harapan akan kerukunan. Momen haru yang jadi ikrar untuk terus membangun silaturahmi kerukunan. **arms

Komentar Anda

komentar