Pancasila adalah sebuah kesepakatan antara berbagai kepentingan yang ada. Pancasila juga merupakan kesepakatan antara para pendiri negeri ini, agar semua orang punya hak dan kewajiban yang sama. Dan Pancasila bersifat lentur, tidak kaku, dan mampu menyesuaikan perkembangan zaman.

Terbukti dari pertama kali dibuat, Pancasila mampu menyatukan semua keberagaman di negeri ini, untuk tetap satu dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia.

Perlu lagi merenungkan kembali tentang nilai-nilai Pancasila saat ini. Bukan untuk mempermasalahkan, bukan untuk mempertentangkan, tapi untuk direnungkan, apakah kita benar-benar telah menjalankan nilai dalam Pancasila atau belum.

Misalnya, saat ini banyak sekali ujaran kebencian yang muncul dalam sekitar kita. Baik itu di dunia maya. Banyak sekali persekusi hanya karena berbeda keyakinan.

Banyak orang mengklaim dirinya paling benar, dan menilai orang lain salah bahkan kafir, hanya karena berbeda keyakinan. Pandangan semacam ini jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila.

Dalam Pancasila, kita diajarkan tentang nilai-nilai Ketuhanan. Bahwa semuanya yang ada saat ini tidak berjalan sendiri. Semuanya ada karena Tuhan YME. Karena semuanya itu ada karena Tuhan, maka setiap warga negara Indonesia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Itulah kenapa semua orang itu memiliki agama atau keyakinan tertentu, agar kita tidak lupa. Dan di Indonesia itu tidak hanya ada Islam, tapi juga ada Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Di beberapa pedalaman, mungkin juga masih ada yang menganut aliran kepercayaan. Mereka semua juga mempunyai kedudukan yang sama dengan masyarakat muslim, yang kebetulan mayoritas di Indonesia.

Tapi dalam prakteknya, masalah perbedaan agama ini seringkali masih jadi pertentangan. Kelompok minoritas masih saja kadang mendapatkan intimidasi, diskriminasi dan persekusi.

Bahkan ada juga tempat ibadah yang disegel karena alasan ini itu. Bukankah kebebasan beragama dan beribadah itu hak setiap warga negara? Namun kenapa masih saja ada pihak-pihak yang melanggar? Di negeri ini juga kadang masih ada ujaran kebencian dan provokasi yang bernuansa SARA.

Dan semuanya itu disebarluaskan dan dipraktekkan dimana-mana. Padahal dalam Pancasila kita diajarkan untuk saling memanusiakan manusia. Artinya, kita mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

Saling menghargai, menghormati dan tolong menolong merupakan keniscayaan yang harus dilakukan setiap manusia. Lalu, kenapa masih ada sebagian masyarakat yang tidak melakukan itu?

Pancasila mengajarkan tentang persatuan dan kesatuan. Namun pada kenyataannya masih ada provokasi yang bisa melahirkan konflik, yang bisa berpotensi mencerai beraikan masyarakat.

Lalu, bagaimana jika terjadi perbedaan pandangan? Kita mempunyai tradisi musyawarah untuk mufakat. Sudahkah kita melakukan semua itu jika terjadi perbedaan pandangan?

Sudahkah kita berdiskusi bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mencari solusi. Jika belum, segeralah melakukan. Karena semuanya itu merupakan nilai-nilai lokal yang ada dalam setiap tradisi dan budaya kita, yang kemudian diadopsi dalam Pancasila.

Mari kita sudahi pertentangan ini. Mari kita saling memberi, saling mengingatkan, saling menghargai dan tolong menolong antar sesama. Mari kita saling bertanggung jawab atas ucapan dan perilaku kita sendiri. Agar keadilan bagi seluruh rakyat bisa selalu tercipta dan terjaga di negeri ini.

 

Sumber : kompasiana.com

Bagikan

Komentar Anda

komentar