Meski terbilang baru dalam kelembagaannya, Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia atau biasa disebut dengan akronim Beneran Indonesia, telah mencoba menanamkan pendidikan kewarganegaraan pada anak usia sekolah dengan cara yang lebih menyentuh generasi muda.

Beneran Indonesia memang bertujuan menciptakan ruang kreasi, kompetisi, dan perjumpaan dari berbagai latar belakang  bagi masyarakat secara umum, juga para pelajar secara khusus. Selain itu, komunitas ini juga mengupayakan pendidikan luar kelas yang mempertemukan pelajar dengan permasalahan yang ada di komunitasnya serta membangkitkan semangat kerelawanan untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila.

Selama ini kegiatan-kegiatan demikian telah beberapa kali diselenggarakan di Jakarta. Siswa-siswi sekolah dari berbagai latar belakang diajak bertemu bersama dengan sejumlah permainan dengan menanamkan semangat kebangsaan dan tanggung jawab warga. ini merupakan bagian dari upaya Beneran Indonesia untuk mendukung Indonesia menuju bonus demografi 2030, dengan memperlengkapi peserta untuk menjadi generasi kontributif.

Di Bandung replikasi program dari Beneran Indonesia berlangsung pertama kali pada Sabtu (27/8). Kegiatan mengambil format amazing race dengan sejumlah pos permainan. Acara dibuka dan ditutup di tempat historis, Gedung Indonesia Menggugat. Selain itu amazing race ACI ini juga melangsungkan sejumlah minigames di Taman Balai Kota Bandung, Taman Sejarah Bandung dan Museum Kota Bandung.

Sebanyak 101 peserta dari 27 SMA sederajat di Kota Bandung, berjumpa dan bermain bersama. Mereka dibagi ke dalam sepuluh kelompok. Secara tidak langsung, karena latar agama dan budaya mereka pun beragam, mereka pun belajar tentang kebhinekaan, lebih jauh lagi pendidikan kewarganegaraan dengan mengikuti serangkaian permainan dan diskusi yang disiapkan. Peserta diajak untuk memainkan sejumlah permainan tradisional yang sarat nilai, namun dikemas dalam bentuk kekinian.

Di akhir acara ACI Bandung, ada talkshow yang menghadirkan sejumlah kaum muda inspiratif diantaranya Ivan Chen (pendiri Roketin), Alyssa Gunawan dan Biyanda Anissa (Kawan Bhinneka), Chandra Ramadhan (Saung Angklung Mang Udjo), serta Joshua Collins (salah seorang pemuda yang turut menjadi penggugat UU MD3). Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana kaum muda bisa berkontribusi baik bagi bangsa.

Kerja ini lebih merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, lintas komunitas dan lintas latar agama. Kegiatan yang berlangsung sehari sebelum Sumpah Pemuda ini pun menjadi momen kreatif dan khas generasi muda dalam menghayati kebangsaannya. **arms

Foto: Beneran Indinesia

Komentar Anda

komentar