Acara itu digelar pada akhir pekan lalu, Jumat-Sabtu (10-11/8). Direktorat Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan workshop untuk generasi milenial tentang Literasi Islam Santun dan Toleran.

Peserta merupakan para undangan berasal dari siswa-siswi Madrasah Aliyah dari Solo dan sekitarnya. Di antara beberapa yang diundang adalah MAN 2 Surakarta, MA Nurul Islam Boyolali, MA Alpansa Klaten, MA Jamsaren, MAN I Boyolali, MAN 2 Klaten, dan MAN Sukoharjo.

Acara ini dibuka oleh Dr. H. Abdul Matin bin Salman, Lc. Selaku wakil Rektor 1 IAIN Surakarta, beliau menyampaikan dukungannya terhadap acara ini dan menyampaikan bahwa sudah memang saatnya siswa dibekali dengan semangat literasi untuk menyongsong generasi masa depan Indonesia yang hebat.

Direktur KSKK Madrasah Kemenag, H. A. Umar mengatakan, generasi muda dalam hal ini para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) untuk bisa hidup berdampingan dengan siapa saja walaupun berbeda agamanya. Selain itu juga bisa merawat misi Islam rahmatan lil alamin.

Jaga toleransi. Generasi muda harus bisa menunjukkan itu,” kata dia saat acara yang digelar di Syariah Hotel Solo (SHS), Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Sukoharjo.

Umar juga banyak menyampaikan motivasi pada puluhan siswa di dalam orasinya. Menurutnya, setiap siswa itu harus memiliki cita-cita yang tinggi pada era yang semakin maju dan kompetitif ini. “Orang sukses akan selalu mencari solusi dan jalan keluar, sedangkan orang gagal akan selalu mencari alasan,” terang dia.

Direktur PKPPN IAIN Surakarta, M Zainal Anwar menjelaskan, bahwa tujuan acara tersebut untuk mempromosikan Islam Santun dan Toleran dengan cara membekali siswa madrasah dengan kemampuan menulis. Diharapkan para siswa bisa mengkampanyekan Islam santun di madrasah masing-masing. Diantaranya melalui cara literasi atau tulisan.

Kami ajak mau menulis tentang Islam santun, dan terus menyalurkan sosialisasi soal hal itu,” jelas Zainal Anwar.

Sumber: suaramerdeka.com

Komentar Anda

komentar