Lalu lintas cukup padat di sejumlah titik di kota Bandung Selasa sore (5/6). Namun, di beberapa pusat keramaian kota, itu tampak sekelompok orang di persimpangan jalan. Mengusung spanduk berwarna merah putih, dengan tertib mereka menghampiri para pengendara jalan saat lampu merah. Membagikan takjil serta stiker berisikan pesan perdamaian.

Ada dua belas titik yang dijadikan pusat pembagian takjil yang diselenggarakan, yaitu perempatan Cikapayang, Geger Kalong-Setiabudi, Pasteur-Suryasumantri, Kebonjati-Gardujati, Cibadak, Pasirkoja-Pajagalan, Moh. Toha-Tegalega, Soekarno Hatta-Buahbatu, Kiaracondong-Binong, Bunderan Cibiru, Ciumbuleuit-Siliwangi dan Bunderan Cibeureum.

Yuk Berbagi Cerita Damai,” itulah tajuk yang tahun ini diangkat oleh para pegiat kegiatan berbagi takjil masyarakat lintas agama di Kota Bandung. Lewat tindakan sederhana membagikan takjil yang diperoleh dari usaha mandiri berbagai elemen lintas agama di kota Kembang ini, mereka berharap bisa menunjukkan bagaimana kebersamaan yang melintas batas seperti itu bisa diwujudkan dalam banyak aspek kehidupan.

Ini adalah contoh cerita damai,” ungkap Jefferey Samosir koordinator kegiatan tahun ini. “Di masa sekarang orang memang lebih mudah berbagi cerita hoax yang nyata-nyatanya sangat merusak. Tetapi hari ini kami di Kota Bandung, menciptakan ceritanya sendiri. Cerita damai yang menyejukkan dan membangun,” lanjutnya.

Sejak tahun 2011 kegiatan berbagi takjil di Bulan Ramadhan sudah menjadi agenda rutin yang digagas oleh Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) dan Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) bersama berbagai organisasi dan komunitas antar umat beragama di Kota Bandung.

Kegiatan ini merupakan teladan solidaritas umat beragama bersama rekan-rekan Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sekaligus sebagai seruan agar terus menumbuh-kembangkan perdamaian di Kota Bandung.

Lebih luas dari penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan tahun ini mengajak beragam komunitas di 12 titik di Kota Bandung untuk saling bersinergi. Membagikan pesan damai pada masyarakat kota Bandung lewat berbagi takjil. Dalam persiapan acaranya saja, silaturahmi dan sinergi itu sendiri sudah terbentuk. Karena di tiap titik tersebut, tiap komunitas bekerjasama dengan sejumlah elemen lintas agama lainnya. Diharapkan lewat acara ini, komunitas-komunitas di tiap titik tadi dapat merintis dan meneruskan kegiatan yang mendukung kebhinekaan untuk waktu ke depannya.

Kiagus Zaenal Mubarok, ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS), salah satu elemen yang menginisiasi acara ini, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah menyerukan perdamaian. “Kegiatan Ramadhan seperti ini memperluas kesadaran untuk berbagi. Sekecil dan sesederhana apapun akan bermanfaat bagi upaya merajut kebersamaan dalam nilai kemanusiaan, itulah pemeliharaan kita dalam pengabdian pada Tuhan,” pesan Kiagus.

Hal senada juga diungkap oleh Risdo Maulitua, Sekjen Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB). Bagi Risdo, kesempatan untuk bekerjasama dan menyumbangkan sekian banyak jerih payah adalah cerita tersendiri. “Saya yakin teladan dan kepedulian yang ditunjukkan masyarakat lintas agama ini adalah semangat yang selalu ada di keseharian bangsa kita. Dalam keberagaman kita bisa saling mendukung dan berlomba berbuat kebaikan,” ungkap Risdo.

Kegiatan ini merupakan kerja udunan dari lebih 20 elemen lintas agama di Kota Bandung seperti FLADS, JAKATARUB, Jarilima, PWNU Jawa Barat, GP Anshor Kota Bandung, PKKP Univ. Kristen Maranatha, GKI Klasis Bandung, MKAI Bandung, IJABI Bandung, JAI Bandung, GKI Taman Cibunut, GMKI Bandung, PMII Kab. Bandung, HMI Kab/Kota Bandung, PMKRI Bandung, Sekolah Hijau Lestari, AsKaRa, Keuskupan Bandung, MAKIN Bandung, WALUBI Bandung, PHDI Bandung, PGPI, GKPB Fajar Pengharapan, GKIM Gloria dan GIA Lengkong.

Total sebanyak 7.200 paket takjil dibagikan kepada para pengendara yang melintas di wilayah-wilayah tersebut. **arms

Komentar Anda

komentar