Salah satu hal yang menjadi concern dalam sesi sidang kemarin adalah soal isu kepeloporan, toleransi dan moderasi dalam beragama. Dari laporan kegiatan masing-masing negara, hampir keseluruhan melaporkan event bersama kepemudaan antarnegara anggota untuk kepentingan meningkatkan toleransi dan kesepahaman, seperti youth camp. Sidang juga menilai pentingnya forum bersama pemuda antaragama,” ujar Chairman ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (ASEAN SOMY), Asrorun Ni’am Sholeh.

Ni’am sedang menceritakan forum pejabat tinggi bidang kepemudaan dari negara anggota ASEAN kesembilan yang baru saja digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa hingga Sabtu (2-5/5) lalu. Berbagai isu strategis mengenai kepemudaan dibahas dalam forum ASEAN SOMY ke-9 itu. Namun, penekanan utamanya adalah pada pembinaan kepemudaan yang dilandasi semangat toleransi beragama.

Dalam forum tersebut, Niam juga menyampaikan laporan terkait kegiatan yang menjadi komitmen SOMY sebelumnya, yaitu Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) yang bertempat di Pesantren Darul Ulum Jombang Jawa Timur. Ia menegaskan pentingnya menjadikan agama sebagai kaedah penuntun dalam merajut persaudaraan kemanusiaan.

Ini sebagai salah satu ikhtiar mewujudkan persaudaraan antariman, membangun kesepahaman, toleransi, dan komitmen kerjasama dalam keberbedaan,” ujar Niam. “Spirit Islam Rahmatan lil Alamin menjadi komitmen Indonesia dalam mewujudkan moderasi. Upaya dialog untuk mencari titik persamaan ini juga menjadi konsens Presiden RI, di mana saat ini juga sedang dilaksanakan pertemuan tingkat tinggi para cendekiawan muslim dunia untuk Moderasi Islam, yang dibuka secara langsung oleh Presiden di Istana Bogor.”

Niam juga menyinggung kegiatan bertema senada yang akan dilaksanakan Indonesia adalah Internasional Buddhist Conference (27-29 Mei) di Candi Borobudur Magelang. “Semua kegiatan ini adalah sebagai wujud komitmen pergaulan internasional untuk membangun kesepahaman dan kerjasama yang baik tingkat Asean,” harapnya.

Menurut Niam, saat ini para pemuda di Indonesia dan ASEAN dihadapkan pada persoalan seperti pengangguran pemuda, dan minimnya daya saing pemuda dalam kompetisi global. IPM yang masih rendah. Di sisi lain masih sering terjadi konflik sosial atas dasar perbedaan etnis dan juga agama.

Selain soal moderasi dan toleransi, sidang SOMY menyepakati penguatan program kepemudaan di bidang kewirausahaan, penguatan kepemimpinan, serta voluntarisme.

Ada beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian Asean SOMY, di antaranya Asean Youth Expo, Asean Youth Camp, dan International Youth Budhist Conference di Magelang tadi. “Semoga dari kegiatan ini ada transfer ilmu, transfer pengetahuan dan kolaborasi sehingga ada kerja sama secara lebih baik dalam pengembangan kepemudaan,” tutur Niam.

sumber: detik.com

Komentar Anda

komentar